Native Resolution LCD TIdak Tampil
MASALAH: Seseorang yang memiliki monitor Samsung SyncMaster 180T dengan resolusi bawaan (native resolution) 1280x1024 yang masih bagus gambarnya. Sayangnya, setelah meng-update Vista, graphics card-nya justru hanya dapat menampilkan resolusi 1024x768 pada layar. Solusi dengan mengganti resolusinya ke resolusi yang lebih tinggi melalui "Display Properties | Settings" juga tidak memberikan hasil. DIAGNOSIS: Diagnosis singkat menunjukkan, driver-nya telah aktual (terbaru). meng-install sebuah monitor TFT standar dengan resolusi maksimal 1280x1.024. Oleh karena Windows telah memiliki drivernya, resolusi 1280x1.024 langsung tampil pada TFT. Dan resolusinya akan menjadi normal (1280 x 1.024) setelah memasang kembali LCD. Sayangnya, slider maksimum dalam "Settings" masih menunjukkan nilai 1024x768. Itu berarti masalahnya masih belum teratasi. Mengganti graphics card lain pun tidak mengatasinya.
SOLUSI: Monitor mengirimkan info resolusi yang salah ke graphics card. Kombinasi driver terbaru (NVIDIA atau AMD/ATI) dan Vista yang tidak menginkan campur tangan pengguna ini justru membawa masalah. Satu-satunya solusi adalah membatalkan update driver yang sebelumnya dilakukan. Ini berarti kembali ke driver graphic card lama dari Microsoft. Dengan trik sedikit "memaksa" ini masalahnya justru bisa diatasi.
Menghambat Driver Vista dari Microsoft mengebiri kemampuan graphics card untuk menampilkan resolusi aslinya (native).
Bila LightScribe Tidak Mau Tampil
Masalah : Seseorang membeli sebuah pembakar DVD dengan teknologi LightScribe untuk membuat label CD agar tampak indah. Setelah dipasang, peranti ini dapat membakar DVD atau CD tanpa masalah. Namun, label CD tidak dapat dicetak dengan LightScribe. Program pembakar tidak mendeteksi fungsi ini.
 DARI SATU MENJADI NOL : Mengubah Registry key allocatecdroms menjadi 0, membuat LightScribe dapat terdeteksi oleh sistem.
Diagnosis : Walaupun sumber kesalahan masih belum jelas diketahui, saya mencoba memeriksa steker dan kabel pada pembakar yang terpasang. Semuanya tampak normal. Pembakar juga terdaftar dalam Device List tanpa icon “exclamation mark”. saya lalu melepas pembakar dan memasangnya pada komputer lain. Setelah komputer di-reset, pembakar dapat dideteksi. LightScribe sudah tampak dalam daftar. Berarti, masalahnya hanya pada software atau driver saja. Karena PC tidak bermasalah, CHIP lalu mengunjungi website LightScribe (www.lightscribe.com) dan mencari apakah ada user lain dengan masalah yang sama. Di bagian Support, terdapat 8 masalah seputar LightScribe beserta solusinya.
Solusi : Petunjuk pertama, instal semua update. Namun, masalahnya di sini bukan itu karena Auto-Update sudah diaktifkan pada Windows. Solusi kedua ternyata memberikan terobosan. Nilai Registry yang tidak tepat akan mencegah Windows mendeteksi LightScribe dengan sempurna. Nilai key “Allocatecdroms” di dalam “HKEY_LOCAL MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Winlogon” harus diganti dari “1” menjadi “0”. Setelah PC di-restart, Nero dapat mendeteksi LightScribe dengan baik.
Printer Foto Penuh Sisa Tinta
MASALAH: Seseorang pengguna membeli dua cartridge tinta HP PhotoSmart P1000 untuk mencetak foto-foto liburan. Namun, setelah cartridge dipasang, printer justru tidak berfungsi. Printer bahkan mengeluarkan bunyi aneh dan driver printer melaporkan bahwa proses cetak tidak dapat dilakukan. DIAGNOSIS: Saat diperiksa, cartridge-nya asli HP dan jenisnya sesuai dengan printer. Jadi, ada penyebab lainnya. Saya mencoba melakukan pengujian cetak. Bunyi printer mengindikasikan head printer yang tersangkut. Hal ini terlihat dari gerakan head printer yang tersendat-sendat. Sedikit dorongan pada head printer tidak banyak membantu karena head printer kembali tersangkut. Saya memeriksa rel head printer tersebut dan akhirnya menemukan biang keladinya. Masalahnya berawal dari gumpalan tinta hitam yang telah mengering dan memblokir mekanisme pembersih jet tinta dalam posisi diam. warna lama: Gumpalan tinta hitam yang telah mengering dapat menghambat bekerjanya printer Photosmart.
SOLUSI: Saya membersihkan gumpalan tinta tersebut dan printer kembali berfungsi. Setelah Saya tanyakan ke penggunanya, jelaslah persoalannya. Ia sudah menghabiskan lima set cartridge, tetapi hanya dapat mencetak kurang dari 100 lembar foto. Printer yang selama masa penggunaan terhubung dengan PC pasti sudah ribuan kali ON/OFF dan setiap kali selalu membilas tinta. Akibatnya, banyak tinta terkumpul pada busa penampung. Setelah penuh, sisa tinta menumpuk sehingga akhirnya printer pun macet. Dengan mengganti busa, kini printer tersebut kembali berfungsi seperti sedia kala.
Burner Mogok Setelah Instalasi SP2 MASALAH: Tidak lama lagi, Microsoft akan meluncurkan Service Pack 3 untuk Windows XP. Namun, seseorang malah baru menginstal Service Pack 2 (SP2). Itupun, instalasinya bermasalah. Pembakar pada notebook Yakumo miliknya (model UJ-811B dari Matshita Panasonic) tidak lagi berfungsi setelah instalasi SP2 tersebut. Nero tidak mau membakar media atau membatalkannya setelah beberapa saat. Lalu, drive tray meluncur keluar dan software melaporkan pesan „unknown error“.
 MASALAH PEMBAKAR : Matshita UJ-811B tidak berfungsi pada Windows XP SP2. DIAGNOSIS: Saya mencoba memeriksa masalah ini di CHIP Test Center. Setelah gagal membakar CD untuk ketiga kalinya, saya melakukan update terhadap seluruh komponen software. Pertama, Saya menggunakan driver terbaru untuk chipset VIA pada notebook, meng-update Nero 6 ke versi 6.6.1.15a, dan mencoba memperbarui firmware pembakar. Namun, firmware ini tidak dapat ditransfer ke notebook meskipun burner sudah dipindahkan ke komputer di CHIP Test Center. Sepertinya, pembakar ini menggunakan sebuah firmware OEM khusus untuk Yakumo dan tidak kompatibel dengan Update-Tools dari Matshita. Karena update ke Nero 8 juga tidak dapat mengatasi masalah, saya lalu menguji pembakar pada notebook lain yang menggunakan chipset Intel 915M. Di sini, pembakar dapat berfungsi tanpa masalah, CD berhasil dibakar dengan sempurna. Sebuah pembakar DVD lain juga dapat bekerja pada notebook Matshita UJ-811B. Sebaliknya, perangkat bawaan Matshita tidak dapat berfungsi sama sekali.
SOLUSI: Kemungkinan, masalahnya adalah kompatibilitas antara chipset notebook dengan pembakar yang berujung pada konflik driver dari SP2. Sistem tidak dapat di-downgrade ke SP1 karena banyaknya lubang keamanan dalam Windows XP versi ini. Setelah panjang-lebar berkonsultasi, akhirnya sang pemilik memutuskan untuk membeli pembakar baru, yaitu Sony NEC Optiarc AD-7543A. Selain mendukung Double-Layer dan memiliki kecepatan bakar yang tinggi, firmware pembakar sudah dalam versi yang aktual.
Hard Disk USB Merusak Chipset
MASALAH: Seseorang merasa bingung karena hard disk USB eksternal miliknya membuat masalah. Saat harddisk Ximeta Netdisk Mini (dengan sumber listrik eksternal) miliknya dihubungkan ke Acer Travelmate, Notebook tersebut langsung mati. Layar kosong, tidak ada tampilan apa-apa. Namun, hard disk ini bekerja tanpa masalah pada PC desktop miliknya.
DIAGNOSIS: Saya menguji semua komponen notebook. Namun, hasilnya negatif. Semua komponen dapat digunakan pada notebook yang lain. Saat diperiksa lebih teliti, chipset Southbridge tampak rusak. Kemungkinan karena terbakar. Solusinya hanya penggantian motherboard.  Sumber masalah: Cacat pada chipset akibat terbakar. Selanjutnya, saya memeriksa hard disk dengan pengujian osiloskop untuk mengetahui konsumsi arusnya. Hard disk ini mengkonsumsi sekitar 520 mA yang memang sedikit melebihi spesifikasi USB. Namun, ini belum dapat dijadikan alasan jika chipset langsung terbakar. Saat mengukur konsumsi arus dengan berulangkali menyalakan dan mematikan hard disk, baru masalahnya terjawab. SOLUSI: Saat dinyalakan, beberapa kali tegangan melonjak sesaat. Konsumsi arus mencapai 2 A (±½ ms) atau 4 kali lebih besar dari spesifikasi USB. Hal ini memang tidak menimbulkan dampak pada peranti USB-nya. Namun, pada Acer Travelmate, lonjakan arus ini langsung merusak chipset.
Tombol Keyboard Bermasalah MASALAH: Salah seorang redaktur melaporkan bahwa notebook miliknya bermasalah. Deretan huruf 'A' yang panjang muncul di layar, meskipun tombolnya tidak ditekan. Notebook ini tadinya akan langsung dibawa ke service center yang bersangkutan. Namun, karena garansinya sudah habis, tidak ada salahnya saya mencoba memeriksanya terlebih dahulu.
 Tidak Terlihat dari Luar : Kotoran bersembunyi di bawah lembaran kontak pada tombol 'A'. Tutupnya harus dilepas terlebih dahulu agar kotoran dapat dibersihkan. DIAGNOSIS: Setelah casing dibongkar, terlihat bahwa tombol 'A' pada notebook masih berfungsi dengan baik secara mekanis dan posisinya tidak tertekan. Saya lalu membuka tutup tombol dan memeriksa komponennya. Engsel plastik tidak mengalami kerusakan. Saya lalu menarik tudung karet yang berfungsi sebagai pegas dan menggerakkan film-contact pada keyboard. Sekarang, film-contact terlihat jelas, tetapi tidak ada yang mencurigakan. Namun, deretan huruf A tetap saja muncul di layar. Saya akhirnya diberitahu bahwa masalah ini terjadi setelah acara makan-makan di kantor. Saat itu, kemungkinan keyboard terkena tumpahan minuman atau makanan.
SOLUSI: Sisa cairan sebaiknya dibersihkan dengan cairan juga. Film-contact dapat dibersihkan dengan isopropyl-alkohol (tersedia di apotik). Saya melepaskan mechanical guide (klem plastik biru) dan meletakkan keyboard dalam posisi berdiri. Alkohol diteteskan ke celah keyboard dengan cutton bud. Cara ini dapat membersihkan kontak dengan baik. Setelah kering dan dipasang kembali, keyboard dapat berfungsi tanpa masalah. |